info@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Amanat Kerukunan dan Prestasi Akademik Menggema di Upacara HAB ke-80 Kemenag UIN KHAS Jember

Home >Berita >Amanat Kerukunan dan Prestasi Akademik Menggema di Upacara HAB ke-80 Kemenag UIN KHAS Jember
Diposting : Senin, 05 Jan 2026, 15:26:59 | Dilihat : 101 kali
Amanat Kerukunan dan Prestasi Akademik Menggema di Upacara HAB ke-80 Kemenag UIN KHAS Jember


Humas - Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di lingkungan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember berlangsung khidmat di halaman rektorat, Sabtu (3/1/2026). Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., bertindak sebagai Pembina Upacara, mewakili Rektor UIN KHAS Jember yang berhalangan hadir karena tugas kedinasan.

Upacara tersebut diikuti oleh seluruh sivitas akademika, mulai dari jajaran wakil rektor, pimpinan senat, dekan dan direktur pascasarjana, kepala lembaga dan UPT, ASN dosen dan tenaga kependidikan, hingga tamu undangan lintas tokoh agama dan masyarakat. Hadir pula perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dari unsur Katolik, serta tokoh Nahdlatul Ulama, yang menegaskan semangat inklusivitas dan kebangsaan yang menjadi ruh peringatan HAB tahun ini.

Dalam amanatnya, Prof. Amal membacakan pidato Menteri Agama RI pada peringatan HAB ke-80 yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Tema tersebut, menurutnya, menegaskan bahwa kerukunan tidak sekadar absennya konflik, melainkan energi kebangsaan yang lahir dari sinergi produktif berbagai perbedaan identitas, keyakinan, dan latar sosial.

Ia menekankan bahwa perjalanan 80 tahun Kementerian Agama adalah sejarah panjang menjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Peran itu kini semakin strategis, mencakup peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, perawatan kerukunan umat beragama berbasis nilai kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga memastikan agama hadir sebagai solusi atas problem kebangsaan.

Pada bidang pendidikan, Prof. Amal menegaskan bahwa madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan di bawah Kementerian Agama telah menunjukkan kemajuan signifikan. “Institusi pendidikan keagamaan kini tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua. Bahkan, dalam banyak aspek, mampu melampaui standar pendidikan lainnya,” ujarnya.

Amanat tersebut juga menyoroti tantangan global mutakhir, khususnya era disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Mengutip spirit Baitul Hikmah sebagai pusat peradaban ilmu pada abad pertengahan, ia mengajak ASN Kementerian Agama untuk tidak menjadi penonton di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), melainkan aktif mewarnai AI dengan konten keagamaan yang moderat, valid, sejuk, dan mencerahkan.

“AI harus kita kawal agar menjadi penguat kerukunan, bukan sumber disinformasi dan perpecahan,” tegasnya. Karena itu, setiap ASN dituntut bertransformasi menjadi pribadi yang lincah, adaptif, terbuka terhadap inovasi, serta responsif dalam melayani umat dengan empati dan integritas.

Secara khusus, Prof. Amal juga memaparkan capaian UIN KHAS Jember sepanjang 2025. Di antaranya, penambahan empat program studi unggul sehingga kini 50 persen dari total 41 program studi berstatus unggul. UIN KHAS Jember juga dipercaya sebagai Perguruan Tinggi Pelaksana Sertifikasi Dosen (Serdos) dan PKDP, dengan kuota sertifikasi mencapai 107 dosen.

Prestasi lain mencakup penambahan lima guru besar, keberhasilan tiga proposal kolaboratif internasional, serta dua proposal prestisius MoRA The Air Fund dengan total pendanaan mencapai sekitar Rp1 miliar. Di bidang publikasi, dosen UIN KHAS Jember menorehkan puluhan artikel bereputasi internasional yang menjadi modal penting peningkatan World University Ranking ke depan.

Menutup amanatnya, Prof. Amal mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan capaian 2025 sebagai pijakan memperkuat program prioritas 2026, termasuk penguatan zona integritas, keterbukaan informasi publik, dan peningkatan penerimaan mahasiswa baru. “Core business kita adalah pendidikan. Karena itu, sinergi seluruh elemen kampus sangat dibutuhkan agar UIN KHAS Jember terus tumbuh, unggul, dan berdampak,” pungkasnya.

Upacara HAB ke-80 Kementerian Agama di UIN KHAS Jember pun menjadi ruang refleksi Bersama, yakni tentang pengabdian, kerukunan, dan ikhtiar berkelanjutan menghadirkan agama sebagai kekuatan pemersatu di tengah perubahan zaman.

Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah

;