Kepala Biro AUPK Serahkan Penghargaan PPID Berkinerja Terbaik pada HAB Ke-80 Kemenag
Humas - Momentum peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Ke-80 Kementerian Agama Tahun 2026 menjadi catatan penting bagi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Dalam upacara yang digelar Sabtu, 3 Januari 2026, di halaman Rektorat UIN KHAS Jember, dilaksanakan penyerahan Piagam Penghargaan kategori PPID Unit PTKN Berkinerja Terbaik, sebuah capaian yang diraih pada keikutsertaan perdana dalam penilaian keterbukaan informasi badan publik.
Penyerahan Piagam Penghargaan PPID UIN KHAS Jember dilakukan oleh Ketua PPID Utama UIN KHAS Jember, Dr. H. Nawawi, M.Fil.I, yang juga menjabat sebagai Kepala Biro AUPK, kepada Atasan PPID yakni Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag, M.M, CPEM, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag, M.Si. Penyerahan tersebut berlangsung khidmat dan menjadi bagian dari rangkaian upacara HAB yang diikuti oleh seluruh dosen serta tenaga kependidikan UIN KHAS Jember.
Piagam penghargaan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua PPID Utama Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, dan tertanggal Jakarta, 8 Desember 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kinerja PPID UIN KHAS Jember dalam mengimplementasikan prinsip keterbukaan informasi publik secara konsisten, akuntabel, dan berkelanjutan.
Menariknya, UIN KHAS Jember baru pertama kali mengikuti penilaian keterbukaan informasi badan publik, namun langsung mampu menorehkan prestasi dengan meraih kategori berkinerja terbaik. Capaian ini dinilai sebagai hasil dari kerja kolektif dan sinergi seluruh tim PPID, yang secara serius membangun tata kelola informasi publik yang transparan dan mudah diakses.
Prestasi tersebut sekaligus menegaskan komitmen UIN KHAS Jember dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang baik (good university governance), sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama. Lebih dari sekadar penghargaan, capaian ini menjadi pengingat bahwa keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban administratif, melainkan fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi keagamaan.
Penulis: Atiyatul Mawaddah
Editor: Munirotun Naimah




