info@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Himayat wa Khadimul Ummah, Fondasi Literasi Digital Ulama di Era AI

Home >Berita >Himayat wa Khadimul Ummah, Fondasi Literasi Digital Ulama di Era AI
Diposting : Selasa, 30 Dec 2025, 10:21:11 | Dilihat : 367 kali
Himayat wa Khadimul Ummah, Fondasi Literasi Digital Ulama di Era AI


Humas - Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi isu strategis yang terus mendapat perhatian kalangan ulama dan lembaga keagamaan di tengah derasnya arus disrupsi informasi. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan bertajuk “Pemanfaatan Teknologi Digital dan AI untuk Bekerja, Mengajar, dan Belajar” yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Faisol Nasar bin Madi, M.A., Ketua MUI Bidang Pendidikan yang juga merupakan Guru Besar UIN KHAS (Kiai Haji Achmad Siddiq) Jember, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Prof. Faisol menegaskan pentingnya konsep Himayat wa Khadimul Ummah (melindungi dan melayani umat) sebagai fondasi moral dan spiritual dalam penguatan literasi digital ulama di era kecerdasan buatan.

Menurut Prof. Faisol, perkembangan teknologi, termasuk AI, merupakan keniscayaan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat, baik dalam bidang dakwah, pendidikan, maupun pelayanan sosial. Karena itu, ulama dan kader dakwah dituntut memiliki kecakapan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.

“AI dapat menjadi alat bantu untuk mengoptimalkan kerja dakwah, pendidikan, dan pengabdian kepada umat. Namun, teknologi harus tetap dikendalikan oleh nilai-nilai Islam agar tidak melahirkan disinformasi maupun degradasi moral,” ujar Prof. Faisol.

Ia menambahkan, konsep Himayat wa Khadimul Ummah menempatkan ulama tidak hanya sebagai penjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga sebagai pelayan kemajuan umat. Dalam konteks digital, hal ini menuntut kehadiran ulama di ruang-ruang informasi publik, aktif memproduksi konten edukatif, serta memberikan panduan moral di tengah banjir informasi dan algoritma media sosial.

“Kader ulama masa kini tidak cukup hanya fasih dalam ilmu agama, tetapi juga harus mampu mengelola teknologi sebagai instrumen dakwah dan pendidikan yang efektif,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pesantren Kementerian Agama RI, Basnang Said, menyampaikan bahwa pesantren perlu bersikap adaptif terhadap perkembangan teknologi digital tanpa kehilangan jati diri keislamannya. Menurutnya, pesantren justru berpeluang menjadi pelopor dalam pemanfaatan teknologi berbasis nilai-nilai Islam.

“Pesantren harus menjadi teladan dalam literasi digital. Santri perlu dibekali kecakapan teknologi agar mampu berkontribusi secara produktif di tengah masyarakat. Pemanfaatan AI juga dapat memperkuat tata kelola pendidikan pesantren yang lebih efisien dan transparan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI, Kartini, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan Islam. Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang beretika, bukan sebagai pengganti peran spiritual manusia.

“Teknologi, termasuk AI, hanyalah alat bantu. Keberkahan ilmu tetap bergantung pada adab, niat, dan tanggung jawab dalam menggunakannya,” tuturnya. Ia juga menegaskan komitmen MUI dalam mendorong pelatihan kader ulama agar adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

Melalui kegiatan ini, para peserta juga mendapatkan pelatihan praktik pembuatan konten pembelajaran digital berbasis AI yang dipandu Irfana Steviano beserta tim. Pelatihan tersebut bertujuan membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam memanfaatkan aplikasi AI untuk mendukung proses belajar, mengajar, serta penyusunan materi dakwah digital secara kreatif dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini menegaskan komitmen UIN KHAS Jember, melalui kontribusi para guru besarnya, dalam mendukung transformasi digital keumatan yang berlandaskan nilai Himayat wa Khadimul Ummah, sebagai ikhtiar menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi, keilmuan Islam, dan etika spiritual.

Penulis: Atiyatul Mawaddah 
Editor: Munirotun Naimah 

Berita Terbaru

Dr. Mega: Sosok Dosen Inspiratif, Berkarya dari Ruang Kelas hingga Panggung Dunia
09 Jan 2026By humas
107 Dosen UIN KHAS Jember Lulus Sertifikasi Pendidik 2025
08 Jan 2026By humas
Pengisian PDSS SPAN-PTKIN 2026 Resmi Dibuka, Berikut Ketentuan Umum Pendaftaran dan Pengisian PDSS
06 Jan 2026By humas

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru

Lowongan

;