info@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Lentera Ramadan UIN KHAS Jember: Lapak Edukasi Nilai-Nilai Takwa yang Menyala di Tengah Masyarakat

Home >Berita >Lentera Ramadan UIN KHAS Jember: Lapak Edukasi Nilai-Nilai Takwa yang Menyala di Tengah Masyarakat
Diposting : Minggu, 08 Mar 2026, 13:36:25 | Dilihat : 97 kali
Lentera Ramadan UIN KHAS Jember: Lapak Edukasi Nilai-Nilai Takwa yang Menyala di Tengah Masyarakat


Humas - Ramadan tahun ini menghadirkan wajah lain dari kampus. Tidak hanya di ruang kelas atau mimbar akademik, tetapi juga di serambi-serambi masjid. Melalui program Lentera Ramadan, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menghadirkan layanan edukasi dan konsultasi keagamaan langsung di tengah masyarakat.

Program yang berlangsung pada 2–13 Maret 2026 ini digelar di tujuh masjid besar di Kabupaten Jember. Setiap hari, Senin hingga Jumat pukul 09.00–15.00 WIB, para dosen dan konsultan keagamaan dari UIN KHAS membuka “lapak” konsultasi yang dapat diakses oleh jamaah masjid dan masyarakat sekitar.

Nama LENTERA sendiri merupakan akronim dari Lapak Edukasi Nilai-Nilai Takwa. Melalui konsep ini, masjid dijadikan ruang edukasi keagamaan yang hidup, tempat masyarakat dapat berdialog tentang persoalan ibadah maupun kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai takwa tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga melalui konsultasi langsung yang lebih personal dan solutif.

Tujuh masjid yang menjadi lokasi kegiatan tersebut ialah Masjid Baitul Amin Jember, Masjid Darul Muttaqin Tanggul, Masjid Baitul Muttaqin Ambulu, Masjid Al-Barokah Kalisat, Masjid Al-Barokah Jelbuk, Masjid Al-Muhlisin Silo, dan Masjid Raudhotul Muhlisin Jember. Di tempat-tempat ini, kampus hadir bukan sekadar sebagai institusi pendidikan, melainkan sebagai mitra umat yang menyediakan ruang dialog keagamaan yang terbuka.

Konsep Lentera Ramadan dirancang sebagai ruang pelayanan sekaligus edukasi berbasis masjid. Masyarakat dapat berkonsultasi mengenai berbagai persoalan ibadah dan kehidupan sehari-hari, mulai dari bimbingan puasa, zakat, wakaf, infak, sedekah, hingga sholat musafir. Tema keluarga maslahat, parenting, dan pernikahan juga menjadi perhatian khusus, dengan melibatkan penyuluh agama serta penghulu agar konsultasi tidak berhenti pada penjelasan normatif, tetapi juga menjangkau aspek regulatif dan praktik kehidupan.

Di beberapa titik, diskusi berlangsung hangat. Di Masjid Besar Baitul Muttaqin Ambulu, misalnya, jamaah berdialog tentang zakat fitrah dan zakat mal. Sementara di Masjid Al-Barokah Kalisat, konsultasi keluarga maslahat berjalan bersamaan dengan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru UIN KHAS Jember. Di tempat lain, seperti Masjid Agung Baitul Amin, layanan konsultasi zakat bahkan dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang ingin memahami pengelolaan zakat secara lebih tepat.

Struktur tim dalam program ini disusun secara kolaboratif. Di Masjid Al-Barokah Kalisat, misalnya, tim dipimpin oleh Ahmad Badrus Sholihin, M.A., bersama empat dosen lintas disiplin. Sementara di Masjid Raudhotul Muhlisin, tim diketuai Dr. H. Mahrus, M.Pd.I. dengan anggota yang berasal dari bidang pendidikan, hukum Islam, ekonomi syariah, hingga kesehatan. Pola serupa diterapkan di lima masjid lainnya.

Kolaborasi ini juga melibatkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember. Kepala bidang Bimbingan Masyarakat Islam, Dr. Tholabi, menyampaikan bahwa pihaknya menunjuk kepala KUA di tujuh kecamatan sebagai person in charge (PIC) kegiatan. Para kepala KUA kemudian menugaskan penyuluh agama dan penghulu di wilayahnya untuk bergabung dalam tim konsultan.

Sinergi antara kampus, Kementerian Agama, dan pengurus masjid ini membuat Lentera Ramadan tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Ia berkembang menjadi ruang interaksi sosial yang hidup. Para dosen tidak hanya membuka meja konsultasi, tetapi juga siap mengisi kultum, menjadi imam sholat berjamaah, hingga terlibat dalam kegiatan Pondok Ramadan di masjid setempat.

Pada beberapa lokasi, dampak program ini bahkan langsung terasa. Di Masjid Besar Darul Muttaqin Tanggul, misalnya, pengurus masjid mendapatkan pendampingan terkait pengelolaan wakaf dan rencana eksekusinya. Pendampingan semacam ini menunjukkan bahwa Lentera Ramadan tidak hanya menghadirkan diskusi, tetapi juga solusi praktis bagi kebutuhan masyarakat.

Di tengah semarak ibadah Ramadan, program ini menghadirkan pesan sederhana: ilmu pengetahuan harus menemukan jalannya kembali ke masyarakat. Lentera Ramadan menjadi simbol bahwa kampus dapat hadir sebagai sumber pencerahan, bukan hanya pusat pembelajaran.

Melalui Lapak Edukasi Nilai-Nilai Takwa, UIN KHAS Jember memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan dengan cara yang sederhana namun berdampak. Sebuah lapak kecil di serambi masjid, yang selama dua pekan Ramadan berubah menjadi lentera pengetahuan yang menerangi kehidupan keagamaan masyarakat.

Penulis: Atiyatul Mawaddah 
Editor: Munirotun Naimah 

Berita Terbaru

Berbagi Berkah Ramadan, UIN KHAS Jember Santuni 165 Pegawai Outsourcing
09 Mar 2026By humas
Antusiasme Siswa terhadap UIN KHAS Jember Tinggi, Pendaftar SPAN-PTKIN Capai 2.480 Orang
09 Mar 2026By humas
Sosialisasi PMB UIN KHAS Jember Masif, Jangkau Berbagai Daerah di Jawa Timur hingga Bali
09 Mar 2026By humas

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru

Lowongan

;